☮ anzimatta
Perempuan { 3 Oktober 1996 }
Mencintai senja, kopi hitam, angin, warna dan serangkaian partikel-partikel yang membentuk tulang rusukmu.
0 notes
28 May
Reblog
— Euforia Siswa-Siswi Tidar

Hari sabtu, tepatnya tanggal 26 Mei 2012 adalah pengumuman kelulusan untuk anak kelas 3 SMA. Alhamdulillah, SMA Tidar (sekolah saya) anak kelas 3-nya lulus 100%. Puji syukur, Tuhan!

Saya tidak dapat melihat euforia kelulusan anak kelas 3 tersebut, tetapi saya dapat melihat di timeline facebook saya. Saya tidak mengamini bahwa acara corat-coret seragam selepas kelulusan itu haram dan saya tidak melarang atau mencemooh karena menurut saya wajar saja. Bagi saya sih kembali kepada orang itu masing-masing tetapi mungkin jika saya berada di posisi mereka nantinya, saya sudah menangguhkan diri untuk tidak mencorat-coret. Saya dan ibu saya berprinsip itu sesuatu yang norak (padahalnya sih tidak) :p

Kelulusan ini disambut hangat oleh para pendidik dan para siswa. Bahkan, hinggaa disambut hangatnya, banyak anak kelas 1 dari Tidar yang sudah menyiapkan seragambaruuntuk nantinya dicorat-coret untuk ikut pawai bersama anak kelas 3-nya.

Bukan hanya siswa-siswi kelas 1 dari Tidar tetapi dari sekolah lain. Satu kata bagi anak kelas 1 yang ikut-ikutan menurut saya,memalukan. Saya hanya membayangkan, bagi saya mereka masih jauh dari perjuangan, kenapa harus mengikuti euforia siswa-siswi kelas 3 yang sudah lulus ini? Apa karena di Magelang tidak ada klub malam? Atau?……………….

Saya merasa miris saja kepada anak kelas 1 yang ikut-ikutan pawai, membeli seragam baru dan mencoret-coretnya dan lalu dengan bangga di share lewat BBM, facebook, dan media sosial lainnya.

Saya bukanlah seorang pelajar yang bisa dikatakan tertib atau apalah, atau saya ini sangatlah anak yang berbakti kepada orangtua. Hanya saja, apakah kamu tidak berpikir harga seragam itu berapa? Seragam baru dan lantas kamu mencorat-coretnya? Ingin bereuforia bersama kakak kelasmu? Atau kamu ingin mencarigebetan? Mmmm.. Hanya saja, pikirkan saja. Kalian kelas 1, masuk jurusan impian saja belum tahu jelas, bahkan untuk naik kelas saja belum tentu mengerti, jadi kalian sudah menyiapkan acara untuk kelulusan kalian nanti? Semoga saja.. Lulus. Amin

Magelang, 28 Mei 2012

0 notes
25 May
Reblog
— RAJA LALAT PLANET LALAT ( Tugas Membuat Cerpen B.Indonesia )

Terik matahari begitu menyengat. Panasnya terasa hingga menembus bilik-bilik sebuah gubuk tua di tengah-tengah penampungan sampah. Lalat-lalat nakal berterbangan hilir-mudik kebinggungan di sekitaran pintu, ingin berusaha masuk ke dalam gubuk tua tersebut seakan ingin tahu apa yang terjadi di dalam. Lalat-lalat nakal itu bisa saling tubruk satu sama lain, berdengung membuat suara tidak menyenangkan. Suara erangan terdengar dari sela-sela bilik gubuk tua yang sesekali membuat lalat-lalat nakal itu terbang menjauh dan saling bertabrakan kaget dibuatnya. Di balik gubuk tua itu tampak sepasang insan berlawanan jenis tanpa mengenakan sehelai kain pun sedang berpelukan dan memadu kasih dalam peluh yang mengalir begitu derasnya. Mereka bermadu kasih tanpa memikirkan apa yang sedang terjadi di luar sana.

    Sementara sepasang kekasih itu bermadu kasih, di luar gubuk mereka ada ratusan orang-orang berpakaian perang hijau merah muda. Pasukan prajurit itu terus berdiri sambil masing-masing memegang senjata berukuran amat besar, sebesar daun pisang.
    
***

    Waktu terasa berlalu begitu cepat, pasangan tersebut masih memadu kasih dan membuat suara erangan yang semakin keras hinga memekakkan telinga makhluk hidup. Suara erangan dari balik gubuk itu semakin keras dan nyaring dan juga bergema. Tidak ada satupun makhluk hidup yang dapat bertahan hidup di sekitaran gubuk kecil yang berisi pasangan tersebut. Bahkan, lalat-lalat nakal itu sudah pergi menjauh, dan beberapa ada yang mati di sekitara. Lalu bagaimana adengan pasukan bersenjata berseragam hijau merah muda itu? Ya, memang mereka harus begitu. Mereka sudah biasa dengan hal seperti itu. Mereka sudah diciptakan oleh pemerintah daerah setempat untuk menjadi tuli, untuk tidak mendengar suara lain selain suara komando pemimpinnya.
    
    Darmo dan Celline. Itulah nama kedua pasangan yang tengah memadu kasih di gubuk tua. Mereka sepertinya memang tercipta untuk bersama. Mereka adalah pasangan paling romantis selama abad ini, beritanya sudah menyebar dimana-mana, hingga munculah pengikut pasangan Darmo dan Celline berikutnya. Kisah cinta mereka tidak kalah romantis dengan kisah cinta Romeo dan Julliet ataupun John Lennon dan Yoko Ono. Mereka adalah pasangan setia yang pernah ada. Siapapun ingin memiliki hubungan seperti Darmo dan Celline. Kisah romantika Darmo dan Celline adalah sejarah!

    Celline adalah seorang wanita yang setia. Ia sangat-amat setia dan sayang terhadap pasangannya, Darmo. Meski dari kalangan kelas atas, Celline mampu membuatkan pizza rasa ikan asin untuk Darmo. Celline mengerti betul selera Darmo. Celline tidak pernah mengerti ikan asin dan makanan kalangan kelas bawah tetapi semenjak Celline mengenal Darmo, Celline berusaha mati-matian untuk mengenal dan menikmati makanan kelas bawah tersebut. Setiap hari Celline selalu membuatkan makanan yang berbeda-beda. Celline seorang wanita kreatif, ia pintar sekali membuat bermacam-macam makanan yang bisa dibentuk. Celline itu tipe wanita idaman semua pria sejagad raya, alien pun akan mengejar-ngejar Celline jika tahu tentang Celline. Celline juga kerap mengobati Darmo ketika Darmo terluka, pernah suatu ketika, kala Darmo kehilangan otaknya, Celline dengan sukarela menyumbangkan otaknya untuk Darmo dan malah menggantikan otaknya dengan batu baterai harga lima ribu perak. Begitu mudahnya bagi Celline untuk melakukan apapun yang kekasihnya inginkan. Bahkan, karena Celline terlalu baik dan perhatian, ketika Celline sedang mengalami masa menstruasi pun dengan setianya Celline membawakan perempuan-perempuan pekerja seks kepada Darmo. “Untuk Darmo tersayang..” itu yang selalu diucapkannya ketika orang-orang bertanya bagaiman bisa.

    Darmo. Darmo tidak kalah setia dengan diri Celline. Darmo adalah tukang becak. Eiitsss, jangan salah, Darmo bukan sembarang tukang becak. Darmo adalah tukang becak profesional kelas yang sudah meraih piala dimana-mana. Siapa yang tidak kenal tukang becak trendi itu, sejagad raya pun sudah mengenal Darmo. Namun, Darmo hebat tetaplah seorang tukang becak dan sampai kapanpun akan tetap menjadi tukang becak. Ia tahu bahwa Celline adalah anak kepala pasukan prajurit hijau merah muda tetapi tetap saja itu tidak mengurungkan niatannya untuk mengejar cintanya. Darmo pernah mengayuh becaknya hingga memasuki lantai 1.666 di kantor ayah Celline hanya untuk menjemput Celline ke pusat perbelanjaan kesukaan Celline. Baiklah, apa kurangnya seorang Darmo?

    “Sayang..” Darmo berbisik halus di daun telinga Celline.
    “Ada apa?”
    “Aku rindu kamu.”
    “Aku juga. Dan aku semakin rindu.” Celline mulai mengenggam erat tangan Darmo.
    “Aku semakin rindu juga. Rinduku bertambah semenjak pasukan ayahmu itu tetap gigih berdiri gagah mengelilingi istana kita.”
    “Aku ingin mengambil pilihanku segera.” Tiba-tiba Celline menatap tajam ke arah Darmo.
    “Pilihan?” Darmo menaikan alisnya
    “Menikah denganmu..”
    “Sayang.. dengarkanlah aku..” Darmo tersenyum dan mengelus rambut Celline yang halus dengan tangannya yang kasar itu. “Pernikahan adalah takdir kita berdua. Kita melanjutkan hubungan kita di pelaminan dan itu sudah takdir. Aku menikah denganmu karena mencintai kamu, bukan karena menikah adalah sebuah pilihan. Jika menikahimu adalah sebuah pilihan, maka aku tidak akan memilih pernikahan sama sekali. Kamu mengerti?”
Celline tersenyum dan kemudain mereka bermadu kasih kembali.

    Hari telah berganti esok dan pasukan prajurit hijau merah muda makin bertambah mengelilingi istana Darmo dan Celline. Terik matahari kembali menyengat membuat cairan di otak para pasukan tersebut hampir kehabisan. Tetapi para pasukan prajurit hijau merah muda ini harus bangga karena memiliki pemimpin yang baik hati, bayangkan saja begitu tahu prajuritnya kehausan karena sebentar lagi cairan otak mereka habis, dia memberikan mereka air maninya kepada anak-anak didik tercintanya itu. Jika sudah memberikan anak didiknya itu minum, ia mencium kening dan pipi tiap prajuritnya itu. Beruntunglah prajurit yang memiliki pemimpin pasukan seperti Jenderal Ucup.

    Sementara Jenderal Ucup bermesraan dengan para prajuritnya, Darmo dan Celline masih bermesraan di dalam gubuk mereka. Mereka adalah pasangan romantis. Mereka terus mengobrol, tak peduli sejak kemarin Oom Ucup, Pamannya Celline berteriak-teriak. Celline hapal betul tentang sifat pamannya itu, ia memilih untuk tidak membukakan pintu sama sekali, Oom Ucup itu tidak dapat diberi hati. Bisa saja ketika Celline membuka pintu Oom Ucup langsung menembak mati Darmo di tempat. Celline lebih memilih di dalam gubuk bersama Darmo. Jika hingga senja pun Celline akan tetap bersama Darmo di dalam gubuk mereka meski nanti akan mati bersama karena sebuah rudal. Sementara di luar masih tetap gaduh, Celline sedang membuatkan kopi untuk Darmo.

    “Terima kasih, sayang.”
    “Sama-sama.”
    “Kamu tidak lelah?” Darmo menyempatkan meminum kopi lalu menaruhnya kembali.
    “Lelah kenapa?”
    “Lelah seperti ini.”
    “Seperti apa?”
    “Kamu bermadu kasih denganku, sementara itu dapat membahayakan nyawamu.”
    “Tidak Darmo. Jangan berkata seperti itu. Jika aku takut nanti aku mati, maka aku sudah lelah untuk mencintaimu. Aku tidak lelah, Darmo..” Celline menundukan kepalanya lalu memeluk Darmo.
    “Aku lelah.” Darmo berkata tegas yang seketika membuat mata Celline berkaca-kaca.
    “Kamu tega melakukan ini? Mengakhiri ini?”
    “Kita akan mengakhiri ini. Kita harus.”
Celline terdiam dan ia mulai menangis tersedu.
    “Kekasihku tersayang. Kita akan mengakhirinya di pelaminan. Aku lelah seperti ini, mencintaimu dengan seperti ini ternyata salah. Aku tidak akan membuat dirimu menjadi makhluk amoral. Kita akan mengakhirinya di pelaminan.” Darmo memeluk Celline.
    “Kamu yakin?”
    “Kamu tidak yakin dengan pelaminan?”
    “Aku rasa kita baik-baik saja dengan begini. Bukannya kamu berkata bahwa yang menentukan moral itu hanyalah diri kita. Kenapa? Apakah kamu merasa terhina kita melakukan hubungan ini?”
    “Kamu memilih untuk menikah kan. Kamu tadi pagi siang baru mengatakannya.”
    “Aku tidak yakin kamu benar-benar yakin tentang pernikahan. Pernikahan adalah sesuatu yang sakral, Darmo. Mistis, Darmo..”
    “Aku tahu kamu makhluk modern, Celline. Aku tahu betul. Aku juga mengikuti perkembangan. Tadinya aku tidak akan memilih pernikahan. Aku tidak butuh pernikahan lewat tulisan-tulisan dan surat-surat tidak jelas. Aku hanya ingin menikah. Menikah. Aku ingin segera menikah, aku ingin memilikimu. Aku tidak ingin orang mengatakan bahwa hubungan kita sekedar untuk memenuhi birahi kita. Aku takut. Aku akan memilih pernikahan.”
Celline terdiam, kemudian ia semakin menangis. Menangis keras dan Darmo hanya bisa memeluknya.

    Keesokan harinya..
    “Keluarlah kalian. Pilih hidup atau mati. Cepatlah keluar sebelum rudal ini menghancurkan gubuk kalian!” Teriak Jenderal Ucup, Oom Ucup, Pamannya Celline.
    “Ini istana bodoh, bukan gubuk!” Balasa teriak Darmo dengan pengeras suaranya.
    “Hah, masa bodoh!”
    “Kamu bodoh mau diperintah oleh adikmu sendiri kamu turuti. Bodoh!”
    “Cepat kamu keluar anak kurangajar!” Jenderal Ucup sudah mulai geram dan mengepal tangannya erat-erat. Ia siap memberikan aba-aba kepada pasukan prajuritnya untuk salah satu dari mereka melepas rudal.

    Lalu, tak lama kemudian secara tiba-tiab Darmo keluar bersama becaknya. Ada Celline juga. Mereka keluar bersama becak super milik Darmo itu. Becak itu tampak gagah. Benar-benar gagah dan luarbiasa. Dengan kecepatan 400 km per menit, Darmo mengayuh becaknya. Becak itu melaju cepat membuat pasukan prajurit hijauh merah muda geram dan segera lari berhamburan kebinggungan hingga Jenderal Ucup akhirnya terinjak-injak juga. Lalat-lalat nakal yang melihat Jenderal Ucup terinjak-injak dan berdarah itu segera mengerumuni Jenderal Ucup dan membuat degungan yang keras hingga ada ribuan lalat-lalat nakal kini yang mengerumuni Jenderal Ucup. Jenderal Ucup hanya bisa berbisik kesakitan dan mengaduh-ngaduh namun sayang pasukan prajuritnya meninggalkan dirinya. Hahhh….

    Ada beberapa prajurit spesial yang mengejar Darmo. Darmo unggul di depan dan tak terkalahkan. Darmo mengayuh tanpa henti becaknya. Dan prajurit hijau merah muda selalu tertipu dengan hologram becak Darmo. Baiklah, kini masyarakat tahu betul bahwa Darmo adalah pahlawan super becak. Ibu Haji yang sempat melihat Darmo dan becaknya itupun berkata “Harus ada yang memberikan gelar pahlawan kepada pria itu. Harus ada tempat untuk dirinya dan cintanya.” Dan Ibu Haji itu hanya tersenyum lalu jatuh pingsan kembali.

    Pasukan prajurit hijau merah muda ketinggalan jauh. Mereka hampir putus asa dan kehilangan akal melihat aksi Darmo. Aksi Darmo dan becaknya benar-benar luar biasa, pasukan prajurit hijau merah muda pun dibuat kagum olehnya. Darmo, Darmo…

    Darmo dan Celline akhirnya sampai. Sampai di tujuan mereka. Entahlah. Darmo meminggirkan becaknya lalu mulai mengenggam tangan Celline. Darmo meraih tangan Celline dan menuntunnya untuk masuk ke sebuah gedungan yang amat besar. Di dalam gedung itu, semua menarik. Semua terbuat dari kaca. Ada riasan-riasan dan simbol-simbol yang amat menarik perhatian Darmo dan Celline. Ada lukisan kaca sesosok pria berjenggot menggendong kayu di lantai pertama, lalu ada lukisan kaca sesosok perempuan mengenakan pakaian yang hampir menutupi seluruh badannya, kecuali matanya. Perempuan itu tengah memegang mahkota, mahkota yang terbuat dari duri sepertinya, duri mawar. Ada banyak simbol-simbol. Hingga tibalah di ujung gedung, mereka disambut oleh ulama, pendeta, biksu dan kawan-kawannya. Mereka adalah pendiri gedung itu. Mereka tersenyum ramah kepada Darmo dan Celline.

    Tidak menyangka sama sekali, dari luar terdengar sebuah teriakan. Suara manusia, dan Celline mengerti suara itu. Itu suara ayah dan pamannya, Oom Ucup. Celline kemudian semakin erat mengenggam tangan Darmo. Darmo berdoa. Ini untuk pertama kalinya Darmo memejamkan matanya dan berdoa. Ada nama Tuhan di dalamnya. Darmo benar-benar khusyuk.

Awan hitam menggumpal dan langit masih gelap seketika. Angin bertiup kencang. Angin kencang menyentuh permukaan danau di sekitaran gedung, menyapu hingga terdengar air itu berdesis keras. Angin kencang itu menerbangkan rerumputan hingga dari akarnya. Rusa, tikus hutan, kadal dan binatang-binatang lainnya bersembunyi di lubang bawah gedung, semak-semak ataupun di dalam lubang pohon. Sesaat senja hampir habis ditelan malam, suara jangkrik, tokek, kodok dan serangga-serangga mulai bersahutan. Di antara deru angin yang menerbangkan dan menarik-narikan barang-barang tua ini, di dalam jantung hutan terdengarlah suara-suara tawa yang terdengar jelas. Pasukan prajurit hijau merah muda lari tunggang-langgang,  bertabrakan. Ketakutan.
Jenderal Doromi, ayah Celline segera merebut rudal dari tangan prajuritnya dan kemudian melemparkannya ke arah gedung. Darmo? Darmo masih berdoa sambil mengenggam tangan Celline. Ia berkomat-kamit dan diikuti oleh penjaga gedung itu. Rudal meluncur cepat. Darmo berbisik cepat Inilah cara bagaimana aku menaklukan seisi dunia. Aku adalah lalat Celline, Raja lalat dari planet lalat. Darmo tersenyum.

BUM!! Dentuman besar terdengar. Menghancurkan segalanya meruntuhkan bulan. Matahari hancur berkeping-keping. Gelap..

Maaf ,pak jika ceritanya absurd…

1,039 notes
24 May
Reblog
Kate Upton at Terry’s studio #6
414 notes
23 May
Reblog
Matthew Gray Gubler and Stephanie at Terry’s studio 
0 notes
21 May
Reblog
— Makan “Tengah” Malam

Saya tidak tahu saya menikmati foto dari makan tengah malam saya kemarin malam. Rasanya jelas bagi anda tidak enak, karena sesungguhnya bagi orang sok high class seperti anda cukup dikasih tai.

Dan satu porsi rawon buatan ibu saya, segelas (gelas model angkringan) kopi hitam buatan sendiri secara buru-buru dan album pop kinetik ini sukses membuat saya melek hingga jam setengah lima pagi dan akhirnya tertidur dan terbangun pada jam enam pagi untuk siap-siap berangkat sekolah. Betapa melelahkan bukan? Apalagi tadi ada upacara bendera dengan proses penutupan yang amat lama tersebut sukses juga membuat badan saya pusing. Herrrhhh…

36 notes
20 May
Reblog
Cauldron
0 notes
18 May
Reblog
Pete Doherty From Nylon Magazine // Source : @anzimatta
17 notes
18 May
Reblog
Pete Doherty From Nylon Magazine // Source : @anzimatta
0 notes
13 May
Reblog
— Jika pola pikir sesempit dubur ayam.

untuk semua idiot yang berfikir semua ide dapat berakhir diperapian
tak ada dunia yang begitu mudah untuk kalian hitamputihkan
mendukung keagungan layak Heidegger mendukung Nazi
propaganda basi, wahyu surgawi dengan bau tengik terasi
jika suci adalah wajib dan perbedaan harus melenyap
maka jawaban atas wahyu parang dan balok adalah bensin, kain dan botol kecap
fasis yang baik adalah fasis yang mati
fasis yang baik adalah fasis yang mati
fasis yang baik adalah fasis yang mati!!

#nowplaying Homicide - Puritan

Pada hari sabtu, kami bersama teman-teman saya yang mengikuti lomba drama EAD di Universita Sadhar di Jogja sudah prepare di Magelang dari jam 6 pagi. Kami lalu sampai di yk sekitar jam 9an. Lalu, karena kami semua belum sarapan, kami makan bubur di daerah gejayan dekat pemakaman.

Saya bersama teman-teman saya mengobrol dan membuat dokumentasi singkat. Kami, lalu sempat melihat seorang pemuda yang ditilang, dia dicegat oleh salah seorang polisi yang sedang mengendarai motor. Entahlah, entah si polisi merasa pemuda ini menghalangi jalannya atau apa, yang jelas itu masih pagi. Dan, saya bersama teman-teman saya melihat pemuda ini sudah memperlihatkan surat-suratnya secara jelas, lalu akhirnya si pemuda ini disuruh ikut oleh sang polisi ke kantornya.

“Itu mesti transaksinya di kantor polisi lah” komentar Aryo, kakak kelas saya.

“Emang gitu apa? Ga dibayar di sini?” tanyaku.

“Engga, engga. Di kantornyalah transaksinya.”

Aku manggut-manggut.

Lalu kami mengobrol lagi hingga saya menemukan poster itu tertempel di sebuah tiang listrik di tempat kami sarapan bubur ayam.

“Eh, gila! Liat deh poster ini!” Aku memanggil Aulia Putri aka Weak untuk melihat poster itu.

Responnya singkat sih “Cih!”

foto pribadi milik anzi

Aku lalu komentar-komentar, misuh-misuh. Lalu saya meminjam smartphone milik Aulia untuk memfoto poster tersebut.

Gila aja jaman sekarang ada poster ginian!” ujarku

Lalu tiba-tiba teman saya (lebih tepatnya kakak kelas saya)

“Saya sangat setuju dengan fasisme. Memang benar bahwa homoseksual dan lesbian itu harus disingkirkan, dimusnahkan!” Ujar dia penuh semangat.

Sedikit biografi singkat tentang dirinya. Dia itu adalah juara kelas di kelasnya. Dia sekelas dengan Aulia. Dia adalah penggemar Hitler dan Nazi, dia memiliki aksesoris berbau nazi. Pin nazi, baju nazi hingga foto-foto di facebooknya berisi hitler dan nazi. Baiklah…. Anda mengerti jelas kenapa dia bisa menjadi fasis fanatik begitu.

“Maksudnya?Kamu sudah mengambil hak mereka.” Tiba-tiba emosiku seakan terisi penuh.

“Iya, itu benar memang adanya, itu dapat merusak nama masyarakat, bikin malu masyarakat.” Tangannya mengepal-ngepal persis dia ini seperti bapak pemimpin yang yakin betul tentang sudut pandangnya

”..Kenapa saya suka hitler dan nazi karena itu, yah fasismenya..”

Oke, rasanya saya seperti di tampar keras oleh kondom dan itu cukup membuat emosi saya. Titik didih emosi saya sudah dimulai.. Olehnya.

“Dengan kamu menolak homo dan lesbian kamu sama saja menolak orang cacat mental dan fisik. Mereka berbeda, mereka berbeda dari yang lain. Mereka sama-sama menderita kelainan. Kamu pikir karena mereka berbeda kamu bisa ambil hak mereka? Toh, bukan mau-nya mereka untuk menjadi homo dan lesbian. Mereka tahu kodrat tapi mereka tidak bisa menolak takdir. Kamu pikir fasis macam kamu ini bagus? Kamu lupa Indonesia punya berbagai macam suku, agama, ras, budaya dll. Hah? Kamu mendukung fasisme? Merekamerugikan elo? Merugikan masyarakat? Lo boleh jijik tapi bukan berarti elo musti nolak mereka he!”

“Loh, itu merugikan masyarakat.bla..bla..blaa…”

Lalu saya potong. “Gua yakin yang buat poster itu tuh belum tentu bener. Banggaiin fasis lo tu! Ngerasa bener! Gua yakin yang buat poster itu juga suka ngentot dimana-mana?! Itu tuh, ormas-ormas gendeng. FPI contohnya!”

“Loh, mau bahas fasis ama FPI?”

“Kita bahas fasis tapi FPI gendeng contohnya!”

Dan ketika gua mau ngelanjutin dia udahngenyeksaya dan dia ngomong “GAK BISA, FASIS POKOKNYA FASIS..” dia ulangin kata-katanya itu berulang-ulang kali supaya saya tidak bisa memberikan pendapat saya. Hah?

Lalu saya bilang “Bacot!”

Dan, kemudian dia menghampiri saya hendak menjelaskan tentang fasis kembali, maka saya langung berkata dengan tegas “GUA PALING GA SUKA AMA FASIS. GAK ADA ALASAN. TITIK!”

Lalu dia terdiam. Semua teman-teman saya daritadi terdiam. Aulia dan putra berpegangan tangan, memilih untuk terdiam.

Wajah saya sudah amat marah, teramat marah dari sepanjang hidup saya marah. Baru pertama kali saya beradu mulut oleh orang fasis sedekat ini. Tidak menyangka, dia adalah orang yang menemani saya dan teman-teman saya saat lomba. Tidak ada alasan, saya menghormati orang lain. Bahkan, dia tidak memberikan saya kesempatan berpendapat dan dia? Saya tahu dia kakak kelas saya, tapi ini lain halnya.

Lalu, dia meminta maaf kepada saya. Saya meraih tangannya dan berjabat tangan. Baiklah, saya memaafkan atas perilaku dan sifatnya tetapi tidak atas pola pikirnya!

Hah? Rasanya saya tidak mempercayai ada anak muda yang fasis. Anak muda seperti dia? Yang sudah fasis adiktif seperti itu harus diubah. Saya tidak ingin mengatur pola pikir orang lain tetapi saya ingin membuat orang lain berpikir tentang kemanusiaan. Tidak ada damai jika tidak ada yang mampu menerima perbedaan.

Kenapa? Homo, lesbian dan seks bebas menganggu hidup kalian? Menganggu? Merugikan? Kenapa kalian harus mengebu-gebu menyuarakan untuk memusnahkan homoseksual dan lesbian? Kalian tidak tahu tentang koruptor-koruptor kotor, pejabat-pejabat bejat, dan aparat-aparat keparat? Lupa?! Atau kalian dibayar oleh mereka? Maka sebenarnya kalianlah yang terhina dan patut dikucilkan masyarakat!

Salam

unyuk

Magelang, 13 Mei 2012

0 notes
11 May
Reblog
Donkey.
0 notes
11 May
Reblog
— Dear, aparat yang keparat…

Ayah saya adalah seorang TNI AD. Dirinya tidak pernah men-doktrin saya untuk masuk ke kehidupan militernya sama sekali tetapi beliau sudah mendoktrin saya dengan ajaran disiplin dan tidak hanya melihat suatu permasalahan hanya dari one point of view tetapi harus dapat melihat dari berbagai aspek.

Ayah saya seorang tentara yang baik, beliau tidak memiliki kasus atau sebuah permasalahan ketika beliau menjabat sebagai tentara.

Beliau memberitahuku tentang struktur TNI. Saya tidak mengerti karena sejujurnya saya juga tidak mau tahu tetapi beliau memberitahu saya bahwa untuk masuk ke dalam pendidikan militer terbagi atas beberapa bagian. Istilahnya ada yang untuk masuk ke kelas yang khusus untuk anak-anak “terpilih dan cukup mumpuni” atau anak-anak yang ingin menjadi tentara dengan kemampuan rata-rata.

Saya sendiri binggung dengan sistemnya. Di akademi militer sendiri, ada yang namanya pertukaran pelajar ke luar negeri. Dan, ayah saya termasuk pernah beberapa kali ke luar negeri untuk mendapatkan pendidikan. Tidak hanya disitu TNI tidak hanya diajarkan untuk menembak atau bertindak sewenang-wenangnya.

Baiklah.

Apakah kamu pernah melihat seorang aparat, apalagi TNI (yang kasarannya dia tidak punya wewenang untuk mengatur masyarakat, karena tugasnya sendiri berbeda dengan polri) bertindak sewenang-wenangnya?

Kata ayah saya, banyak TNI entah AD (Angkatan Darat) , AU, AL yang bertindak sewenang-wenangnya tetapi banyak juga yang memiliki kemampuan berpikir yang mumpuni dan tidak bertindak sewenang-wenangnya.

Baiklah, saya masih berpikir keras (selain boker saya yang juga keras) kenapa di jaman sekarang (yang dikatakanlah seleksi tentara itu sudah lebih disiplin) kenapa masih ada kasus bertindak sewenang-wenangnya? Jika, masih ada kasus aparat yang masih bertindak seenaknya, maka malu-lah nama sebuah bangsa dan negara.

Menurut saya, ketika banyak anak-anak yang terpilih kemudian masuk ke Akademi Militer untuk menjadi Taruna, diperlukannya tidak hanya sekedar fisik dan mental tetapi karakteristik. Karakteristik apa yang tercipta jika banyak anak-anak pejabat yang maen belakang agar dapat diterima jadi taruna, dan karakteristik apa yang tercipta oleh TNI jika masih banyak yang mendoktrin bahwa TNI itu di atas segala-galanya dan dia memiliki kontrol untuk masyarakat.

Akademi militer sudah maju, dan saya yakin masih banyak TNI yang berkualitas, tidak hanya sekedar main wewenang mereka.

Kata guru saya, yang biasanya TNI yang bertindak semaunya itu adalah TNI yang memiliki pangkat dan jabatan kecil jadi dengan begitu mereka tidak mau bertanggung jawab jika diharuskan berurusan dengan masyarakat. Satu-satunya jalan bagi TNI yang berpangkat kecil dan jabatan kecil adalah mengatasnamakan status mereka, sebagai APARAT.

Sebagai contoh, ada seorang TNI AD yang kendaraannya sama-sama tergores dengan salah satu kendaraan masyarakat. Lalu, dari pihak masyarakat itu meminta ganti-rugi tetapi sang aparat (yang berpangkat kecil dan ternyata kemampuannya juga tidak ada) merasa gajinya akan terpakai untuk sekedar mengganti rugi, maka dari pihak aparat memilih untuk mengatasnamakan statusnya sebagai TNI AD.

Saya tidak habis pikir, sering kasus seperti itu dijalanan diakibatkan salah dari pihak aparat, tetapi aparat terlalu arogan dan tidak mau menyadari kesalahan mereka, lalu mereka men-agung-kan jabatannya untuk menakut-nakuti masyarakat.

Jika masih banyak kasus begini, arogansi aparat akan terus begini dan negara tidak mampu memberi peringatan maka masyarakatlah yang harus siap-siaga.

Dear, aparat yang keparat…

Berhentilah menindas masyarakat. Aparatlah yang harus bersikap dewasa, di sini kalianlah si bapak yang harus menjaga anak-anaknya.

Salam

Unyu

Magelang, 11 Mei 2012

0 notes
11 May
Reblog
— BISAKAH KITA HIDUP TANPA AGAMA?

Di sini kita akan membicarakan tentang sebuah Agama bukan berupa keyakinan atau membicarakan tentang eksistensi Tuhan. Jika harus disangkut-pautkan tentu jika berbicara agama akan membicarakan Tuhan, tapi di sini berbeda. Saya akan membicarakan tentang definisi dan sistem-sistem agama itu.

Menurut saya agama adalah kepercayaan terhadap zat yang satu  untuk mengatur tata cara hidup manusia agar lebih etis. Sebuah definisi yang sering digunakan orang demi meraih pencerahan adalah definisi yang dikutip Durkheim dalam bab pertama bukunya yang berjudul Elementary Forms of Religious Life ; Agama adalah sistem keyakinan dan praktik-praktik keagamaan terpadu mengenai hal-hal yang suci, yakni yang terpisah dan tabu-keyakinan dan praktik-praktik keagamaan yang mengumpulkan penganutnya dalam komunitas moral yang disebut Gereja.”Saya berbicara menurut persepsi saya. Sekali lagi, persepsi saya.

Sekali lagi definisi Durkheim yang berupa gagasan adalah kesucian dan komunitas, mengarahkan kita agar berpikir kita pada perluasan makna, bukan definisi Gereja yang sebenarnya.

Apakah agama penting bagi kehidupan kita? Tentu, penting. Dan mari kita tekankan pada kata “kita”. Jika kita yang dimaksud adalah banyak orang atau seluruh manusia atau makhluk di muka bumi, maka agama penting bagi kita.

Menurut saya, agama itu penting tetapi jika kembali ke individu-individu masing-masing agama ada yang menganggapnya penting dan tidak penting.

Semua agama mengajarkan hal-hal universal yang baik yang bersifat manusiawi dan sementara yang mengajarkan hal yang buruk bukan sebuah agama melainkan sebuah aliran, aliran ormas-ormas itu… Haha. Aduh, takut ngomong lagi, takut di block ama oom Tif. Itu hanya menurut saya. Persepsi saya.. PERSETAN!!! :))


Salam cinta,

Anzi

Magelang, 25 September 2011

0 notes
09 May
Reblog
"So, not all criticism is negative, or should be seen as negative. See it as a goal of improving some area of another person’s life or work."
— Ciccone
0 notes
09 May
Reblog
Black Shoes by Felix Laband
367 plays
[Flash 9 is required to listen to audio.]
0 notes
09 May
Reblog
Sigur Ros - Sæglópur (ENiGMA Dubz Remix)
23,313 plays
[Flash 9 is required to listen to audio.]